Minggu, 15 November 2015

Duta Peduli Autis di Sekolah SMP Negeri 10 Jakarta dalam Penerapan Mata Kuliah Character Building bersama Teach For Indonesia










Kelas: LD66
Nama Dosen: Hendra, S.S.,M.Pd
Kode Dosen: D3735
Hari: Rabu
Tanggal: 11- November- 2015
Waktu: 15.00- 16.00
Lama Kegiatan: 1 jam (60 menit)
Lokasi Lengkap: SMP Negeri 119. Jl. Harapan Jaya 9/5, Cempaka Baru, Kemayoran, Jakarta Pusat
PIC: Bapak Tonny
Jumlah siswa/ peserta : 34 orang
Hadir:
Ketua: Sandri Senjaya- 1801422001
Anggota:
1. Herbert Jeremy- 1801441442
2. Nadya Azma Prihasti- 1801413722
3. Juan Fitzgerald Orapau- 1801397334
4. Deni Irza- 1801431265
5. Refdinal Agus- 1801449413
6. Ronaldo Gultom- 1801454123
Anggota yang tidak hadir: 1. Muhammad Reza Aditya- 1801423401
                                         2. 5Refdinal Agus- 1801449413





Isi Laporan
Kelompok 5 mendapatkan pengajaran mengenai autisme, bahwa autisme itu bukanlah penyakit dan bisa dibilang, autisme bukanlah suatu penyakit yang menular, oleh karena itu, penderita autisme tidak boleh dijauhi. Autisme adalah suatu keadaan dalam diri seseorang dimana seseorang tersebut mengalami keterlambatan dalam pertumbuhan. Gejala autisme adalah: jika kita memanggil anak tersebut maka anak  tersebut tidak memberikan reaksi, tidak adanya rasa tertarik dengan orang lain, tidak menggunakan telunjuk untuk menunjukkan rasa tertarik pada sesuatu, tidak meniru perilaku orang tua atau orang lain. tidak mau menatap mata orang yang sedang berbicara selama lebih dari 1 atau 2 detik. jika kita menunjuk pada sesuatu maka anak tersebut tidak melihat apa yang kita tunjuk, tidak pernah bermain "sandiwara" dengan boneka,dll. Namun, orang yang hanya bisa menilai itu autisme atau bukan adalah dokter/psikologi, bukan diri kita sendiri yang mengamati. Autustik sendiri harus kita jaga perasaannya, harus kita dukung dan kita bantu, bukan dijadikan sebagai bahan candaan dalam kehidupan sehari- hari

Kelompok 5 mempersiapkan pengajaran tentang Autism Is Not A Joke dengan tahapan:
1. Koordinasikan waktu antar anggota kelompok karena perbedaan jadwal kuliah
2. Mencari bahan ajaran melalui website tentang autisme
3. Membuat power point agar bisa mempersiapkan pengajaran ketika sudah di kelas.
4. Menari lokasi SMPN 10 Jakarta
5. Menyerahkan surat jalan dan menyesuaikan waktu dengan sekolah SMPN 10 Jakarta karena sekolah SMPN 10 Jakarta untuk sementara waktu harus berpindah ke SMPN 119 Jakarta karena sedang dalam masa perbaikkan. Sehingga jadwal mereka yang terbatas dan tidak bisa terlalu lama digunakan

Metode pengajaran yang digunakan adaah classroom. Hal postifnya adalah:
a. Bisa lebih berinterkasi dengan murid- murid SMPN 10 Jakarta
b. Bisa menggunakan fasilitas seperti proyektor dan papan tulis
c. Adanya keaktivan di kelas oleh beberapa anak
Namun, kekurangan dalam metode ini adalah:
a. Keadaan yang kurang kodusif karena jumlah murid yang cukup banyak sehingga sedikit sulit untuk menciptakan kondisi pengajaran yang kondusif
b.  Beberapa anak masih pasif dan takut ketika ditanyakan karena takut salah dan ditertawakan

Kinerja yang sudah dilakukan cukup baik namun ada keterlambatan dalam kehadiran pengajar di sekolah SMPN 10 Jakarta

Form Evaluasi




Atribut Kampanye


Penutup
1. Hasil Kegiatan:
Kelompok 5 mengadakan sesi quiz sederhana kepada murid- murid kelas VII F di SMPN 10 Jakarta. Ketika awal kami belum menjelaskan tentang autism, masih banyak murid- murid yang belum mengetahui. Tetapi, setelah kami menerangkan dan mengadakan quiz sederhana dengan menanyakan kembali tentang apa yang kami ajarkan, mayoritas dari mereka sudah bisa menjawab pertanyaan kami dengan sangat mudah
Peserta tertarik untuk menjadi duta autism. Berikut ini adalah bukti bahwa peserta mengantri untuk mendaftar menjadi duta autism
Total yang mendaftar di hari 1 adalah 18 orang

Kesimpulannya adalah, dengan kita bisa menyuarakan gerakan "autism is not a joke" dengan bersosialisasi ke sekolah- sekolah, kita bisa membantu autistik dalam segi moral. Kita bisa membantu mereka dengan tidak menggunakan kata autism sebagai bahan candaan. Dengan sosialisasi ini, kita juga bisa belajar untuk bisa menghargai satu sama lain, menjaga hubungan yang baik antar sesama manusia. Tidak hanya peserta yang di sosialisasikan tetapi juga pemberi materi yaitu anggota kelompok 5

Perbaikan yang akan dilakukan oleh kelompok kami adalah:
1. Kehadiran yang tepat waktu
2. Koordinasi yang lebih baik
3. Penyampaian materi yang lebih interaktif dan lebih berkesan

Jumlah peserta: 34 orang

Tidak ada komentar:

Posting Komentar